6 hari yang saya rasakan

Hmmmmm… coba konsisten untuk ngeblog…

Ga tau kenapa tiba2 malem2 gini ga mau pulang –abis jalan kaki mulu mau beli sepedah belum kesampean-, ngomong juga males –hari ini hari pertama saya sakit tenggorokan- mau ngelanjuti ngebuat daftar buat spek computer n laptop juga males…

Mau sedikit cerita tentang pengalaman kerja saya selama kurang lebih 6 bulan terhitung sejak tanggal 1 desember 2009 di lingkungan pemerintah yang dulunya saya ga pernah nyangka kerja di sini…

Berikut beberapa hal menarik yang saya rasakan :

  1. Cape tapi seru…depkeu yang notabene lagi gencar2nya buat reforamsi birokrasi ternyata menuntu banyak tanggung jawab ke pegawai nya tidak peduli yang masih honorer, CPNS, ataupun PNS pokoknya ga pandang rambut (kita ini mamalia jadi istilahnya rambut bukan bulu).
  2. Harus sabar… namanya juga PNS (pegawai negeri sabar) khusunya dalam hal golongan dan pangkat…sabar nungguin SK CPNS, sabar nungguin SK PNS, sabar nunguin naik pangkat n golongan, sabar nunguin grade naik…sabar kalo akses internetnya lemot…pokoknya sing sabar…
  3. Musti tabah… tabah kalo selalu salah bikin draft surat…itu yang saya alamin, kayanya ga pernah mulus kalo bikin draft surat…salah ini nya lah itu nya lah…maklum secara eselon 3 saya manta dosen yang sering nyidang orang, meriksa skripsi atau tesis orang jadi kalo ada salah tata bahasa dikit ajah langsung deh di coret…jadi saya harus baca2 EYD lagi…
  4. Ribet di birokrasi… dulu saya udah paling sebel kalo berurusan ma pemerintah, mau bikin SKCK lama…mau bikin Kartu Keluarga lama…mau bikin SIM gagal mulu ga pernah lulus tes…saya kadang mikir, gila mereka tuh kerjanya apa sih…ko buat bikin begituan lama nya bikin sariawan… ternyata sekarang saya malah menjadi bagian dari yang “lama” itu tadi,..

Contohnya gini…

Saya pernah dapet tugas untuk koordinasi dengan pihak indosat untuk survey pemasangan antenna karena udah beberapa hari lalu ada blind spot di depkeu ,..ini survey loh bukan pasang…pihak indosat pinginya cepet survey tapikan ga bisa karena mereka mesti buat surat ijin dulu ke biro um*m buat minta ijin survey… lalu biro umum ngasih ijin n disposisi suratnya ke P*s*nt*k nah baru deh saya punya dasar untuk nemenin orang indosat…tapi itu semua ga sesimpel keliatannya…ternyata setelah indosat minta surat suratnya ga diterima ma biro um*m, ga tau kenapa…nyaudah deh dikirim fax tapi kaga nyampe2 …nah singkat cerita suratnya nyampe…pas udah nyampe ternyata petinggi nya lagi ga ada ditempat makin jadideh surat ituh ga didisposisiin, jadideh saya ga jadi2 survey…pokoknya intinya mah rebet lah…

Sebenernya mah masih bnyak tapi nanti saya certain lagi…salam sejahtera untuk kita semua(apa coba?)…

Kejadian malam itu

begini,…
saya akan sedikit mencoba untuk berbagi pengalaman yang baru kemarin saya alami tepatnya tanggal 16 maret 2009 malam hari sekitar pukul 08.00 pm. semoga kita dapat memetik hikmah dari kejadian ini, khususnya bagi saya sendiri…it will be unforgetable story for me…

malam itu saya pulang dari kantor sekitar pukul 07.30an PM berhubung saya masih kepingin browsing2 gratisan si kantor dan ada beberapa kerjaan yang harus segera saya selesaikan (biar kesannya sibuk)…seperti biasa saya pulang dengan berjalan kaki dari kantor (jln. lap. banteng timur) ingin pulang ke tujuan jalan tanah abang 2. sambil denger radio yang kresek2 frekuensinya saya jalan dengan rute lap. banteng –> Depag –> pertamina –> monas –> RRI –> dst
ketika saya sedang jalan di depan Radio Rep. Indonesia (RRI) saya melihat seorang tunanetra sedang berjalan sendiri dibantu dengan tongkatnya…yang bikin saya khawatir dia berjalan terlalu mepet dengan jalan raya dan tanpa dia sadari, dia berjalan semakin ke tengah…langsung saja dengan segera saya tahan dia agar tidak berjalan terus ke tengah, saya pegang bahunya dengan hati2 dan berkata…

Saya : hati2 pak jalannya ini sudah hampir ke tengah jalan.
dia : oh iya…terima kasih pak.
saya : bapak mau ke mana?
dia : ke kampung melayu tapi mau ke senen dulu.

ya kurang lebih seperti itu…
melihat keadaan dia ketika itu saya jadi merasa kasihan iba, dia mau ke senen dengan berjalan kaki lalu setelah itu dia mau ke kampung melayu…padahal kan itu jauh.
mengingat beratnya medan yang harus di tempuh, mengingat berapa banyak jalan yang harus dia sebrangi, permukaan jalan yang ga rata…akhirnya kuputuskan untuk sedikit membantu si bapak ini. maka saya pun menawarkan untuk mengantarnya sampai ke senen tapi dia menolak dengan alasan ini sudah malam dan ini adalah urusan dia sehingga saya tidak boleh ikut campur, tapi saya memaksa…singkat serita akhirnya dia mau juga saya antar ke senen.
saya gandeng tangan kanannya, tangan kirinya masih tetap memegang tongkat almuniumnya,…tangannya hangat. diperjalanan dia banyak bercerita tentang dirinya, keluarganya, bogor, pekerjaannya dan terakhir pemilu. namanya yoga mungkin umurnya sekitar awal 30an, dia adalah seorang pengamen di KRL jakarta-Bogor tapi semenjak adanya kampanye calon legislatif pekerjaannya hilang, sudah sebulan pekerjaannya hilang, untuk menghidupi keluarganya dia bekerja menjadi seorang tukang pijit atau urut sayanganya pengahasilannya sekarang sangat tidak dapat mengakomodir kebutuhan hidup keluarganya di bogor. dari tadi pagi dia datang ke jakarta berjalan dari satu kantor ke kantor yang lain untuk mencari pelanggan yang mau menerima jasanya.tapi hasilnya nihil, dan dia tidak akan pulang sebelum bisa mengumpulkan uang untuk untuk banyar kontrakan.

saya mengajaknya naik busway dari halte monas ke harmony untuk transit baru setelah itu saya mengajaknya ke senen, diluar dugaan halte busway ke arah senen penuh. karena bingung saya coba tanya ke petugas busway saya coba jelaskan bahwa tujuan utama saya adalah ke kampung melayu, petugas itu bilang kalo sebaiknya kami naik yang ke arah blok M lalu turun di halte tuguatas dari situ ke koridor 4 naek yang ke arah matraman. kami ikuti saran dari petugas itu…ketika itu petugas2 busway sangat bersahabat dengan kami, nah baru yang seperti itu namanya melayani,..ia mencarikan tempat duduk untuk pak yoga dan mempersilahkannya duduk dengan sopan. saya berdiri di sebelah yoga sambil terus memegang tangannya. sesampainya di halte tugu atas dia (pak yoga bukan petugas busway) memaksa saya untuk berhenti membantunya, dan dia akan jalan sendiri sampai ke melayu tapi saya tetap coba membujuknya untuk mengijinkan saya membantunya. selang beberapa waktu datang seorang pria dengan perawakan lebih tinggi dari saya mungkin umurnya sekitar 27 tahunan kebetulan dia juga akan berangkat ke arah melayu. dengan senang hati dia menawarkan diri untuk membantu maka saya pun menyambutnya dengan senang hati.
saya mengantarkan pak yoga hingga dia akan naik busway dan sebelum dia pergi, saya memberinya sejumlah uang yang tadinya akan saya gunakan untuk membeli flashdisk.
lega rasanya bisa membantu walaupun mungkin tidak banyak yang bisa saya berikan untuk pak yoga, sekarang saya hanya bisa berdoa semoga ia bisa selamat sampai tujuan dan bisa di kuatkan untuk dapat melalui coabaan ini…amin. terakhir pemerintah jangan seenaknya mengeluarkan peraturan yang menyusahkan rakyat kecil boleh ada peraturan tapi harus diikuti juga dengan solusi untuk pihak yang dirugikan dari dimunculkannya peratura itu…

Sekilas tentang jaringan

pernahkah kita sedikit berfikir tentang bagaimana kita bisa saling berhubungan dalam dunia maya, bagaiman dua orang atau lebih bisa saling berhubungan , mengirim pesan, mengirim gambar, saling melihat…

ya itukan karena perkembangan teknologi…plis deh semua orang juga tao…

sebentar bukan itu maksud saya, di sini saya akan coba bahas mengenai bagaimana anda dapat berkomunikasi dengan orang di tempat lain dengan sarana internet. ya internet tuh saya tebelin…

bicara soal internet rasanaya tidak afdol temon jika kita tidak turut juga membicarakan teknologi jaringan komputer,.. tanpa jaringan, internet tidak akan pernah ada, jangankan internet tanpa jaringan pun kita tidak akan bisa melakukan share printer atau menggunkan sebuah printer secara bersama-sama di dalam sebuah kantor. bayangkan jika setiap komputer harus memiliki printer sendiri-sendiri, pasti tekor kan. Nah di sini lah teknologi jaringan komputer memegang peranan penting.

oh gitu yah…

sekarang jaringan komputer itu bukan lah sebuah hal yang baru. hampir disetiap instansi negri ataupun swasta pasti menggunakan jaringan, ini penting untuk pertukaran data, memperlancar arus informasi, dan untuk efisiensi di tempat kerja.

lho ko bisa…

iya lah bisa… dengan jaringan kita bisa berbagi printer, berbagi hardisk, berbagi pekerjaan dalam sebuah aplikasi, dan ini semua bisa mengurangi biaya produksi. (trust me…young engeener)

dulu…ini dulu, waktu sekitar tahun 1950an, komputer berfungsi sendiri-sendiri tanpa dapat terhubung satu sama lain. ibaratnya mah banyak orang tapi ga bisa pada saling berkomunikasi alias bisu. Baru pada akhir tahun 1960an, departmen of defence (DoD) USA tertarik dengan hasil riset tentang jaringan komputer yang menggunakan prinsip kerja dari telepon, yaitu komputer dapat berhubungan satu sama lain bahkan dalam jarak yang sangat berjauhan. DoD melihat ini adalah sebuah peluang sebagai alat pertahanan negara, maka mereka mendirikan apa yang disebut dengan APRA (maap saya lupa singkatannya, googling ja sendiri)…hasil dari penelitian APRA adalah APRAnet atau sekarang di sebut internet yang bisa menunjang perkembangan konsep-konsep protokol TCP/IP.

STOP…apa itu protokol TCP/IP?

wadow…saya belon tau banyak nanti saya jelasin di lain kesempatan jika ilmu saya sudah cukup ya kawan…

nah jadi gitu lho sejarahnya…

seiriring berkembangnya waktu maka ruang lingkup dari jaringan itu sendiri jadi semakin besar dari yang awalnya hanya 1 ruangan menjadi 1 kota 1 provinsi begitu seterusnya bahkan sekarang ruang cangkupannya menjadi sedunia, maka dapat kita klasifikasikan jenis dari jaringn komputer sebagai berikut :

1. Local Area Network (LAN)

2. Metropolitan Area Network (MAN)

3. Wide Area Network (WAN)

4. Internet

nah itu dia jenis2 jaringan yang ada sekarang…mungkin dalam perkembangannya akan banyak muncul jenis2 jaringan yang lain,…

untuk menciptakan sebuah jaringan, apapun jenis jaringan itu maka diperlukan adanya device, media perantara, data yang akan dikirim, dan aturan main pengiriman (protokol)…

contoh dari network device adalah Komputer (pasti) bisa laptop, notebook, desktop, tower, atau apapun pokoknya komputer asal jangan rusak. kita juga butuh alat yang disebut hub, router, switch, kabel LAN, dan masih banyak lagi -nanti saya jelasin di lain kesempatan-

segini dulu penjelasan dari saya lain waktu saya lengkapin deh…

silakan jika ingin memberi komentar…monggo….

Coba nulis lagi

Huah…

Akhirnya punya niat juga buat nerusin belajar ngeblog, setelah baca salah satu artikel dari pak romi apalagi yang tentang versatilist.

Honestly I was surprised…

Ternyata itu prediksi yang dari Gartner.com udah lama yah…itu prediksi di tahun 2006 yang notabene kita semua tahu itu sudah lewat, well…waktu terus berlalu hari berganti hari tahun berganti tahun dan kita terus bertambah tua –itu pasti- tapi belum tentu bertambah bijak, pinter atau dewasa. Kalau tidak salah dulu pernah dengar jargo seperti ini “tua itu pasti dewasa itu pilihan”…

Sekarang tinggal pinter2nya kita buat terus belajar…belajar dari kesalahan dan masa lalu,..

Eits….pengalaman itu termasuk masa lalu lho –boleh setuju boleh juga tidak-…

Sedikit merenung buat coba instropeksi diri, ya cukup merenungnya dan sekarang saatnya bergerak…

Lets do the best

tadi sempet buka Gartner.com buat baca artikel yang isinya prediksi tahun 2009 tapi ga bisa di baca ternyata harus register sebagai client dulu baru bisa baca2. Kenapa harus register dulu ya? Jangan2 byar lagi…


Test gambar nih…

iseng ja...

iseng ja...

hahahahaha….

Next Page »